Pengaruh Pengelolaan Sampah Rumah Tangga terhadap Risiko Kontaminasi Makanan pada Kawasan Permukiman Padat Penduduk di Desa Sungai Pauh Induk
DOI:
https://doi.org/10.59680/ventilator.v4i1.2685Keywords:
Food Contamination, Food Hygiene, Household Waste, Vector Control, Waste ManagementAbstract
Environmental health is essential for maintaining public health, yet household waste management remains a major challenge in Indonesia due to the high volume of organic waste that attracts disease vectors such as rats, flies, and cockroaches. These vectors increase the risk of food contamination, particularly in densely populated settlements with limited sanitation facilities. This study aimed to analyze the effect of household waste management on the risk of food contamination in Sungai Pauh Induk Village, West Langsa District. An observational analytic study with a cross-sectional approach was conducted. The results showed that household waste management, disease vectors, and food hygiene significantly affected the risk of food contamination (p < 0.05). Household waste management was identified as the strongest predictor, with an Odds Ratio (OR) of 4.14 (95% CI: 1.89–9.08). These findings highlight the importance of improving household waste management to reduce food contamination risks. Recommended interventions include providing covered waste bins, increasing waste collection frequency, promoting waste segregation, strengthening vector control, and improving food hygiene education through community health programs.
References
Ferronato, N., & Torretta, V. (2019). International Journal of Environmental Research and Public Health.
Fitriani, A., & Yuniarti, R. (2022). Hubungan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2), 89–97.
Indonesia, R. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Kebudayaan, K. K. B. P. M. dan. (2024). Pemerintah Terus Kuatkan Penyelenggaraan Program Kabupaten/Kota Sehat. Kemenko PMK RI.
Mukono, H. J. (2006). Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan (2nd ed.). Airlangga University Press.
Nations, F. and A. O. of the U., & Organization, W. H. (2022). Codex Alimentarius: General Principles of Food Hygiene CXC 1-1969. FAO and WHO.
Nations, U. (2015). Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development. United Nations.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.
Organization, W. H. (2015). WHO Estimates of the Global Burden of Foodborne Diseases. World Health Organization.
Organization, W. H. (2020). Five Keys to Safer Food Manual. World Health Organization.
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan (2023).
Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (2012).
PMK, K. (2024). Pemerintah Terus Kuatkan Penyelenggaraan Program Kabupaten/Kota Sehat. Kemenko PMK RI.
Pratiwi, E., & Handayani, T. (2022). Higiene Sanitasi Makanan dan Risiko Kontaminasi Mikrobiologis pada Rumah Tangga di Kawasan Kumuh Perkotaan. Jurnal Kesmas, 16(4), 302–311.
Rahman, M.M., Sultana, N., & Rana, M.M. (2020). Environmental Health Insights.
Rahmawati, I., & Kurniawan, B. (2021). Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Penyakit Berbasis Lingkungan di Permukiman Padat Penduduk. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 12–20
Rakyat, K. P. U. dan P. (2023). Kementerian PUPR Tingkatkan Kualitas 6.872 Hektare Permukiman Kumuh di Indonesia. Kementerian PUPR RI.
Zurita, Y.A.G., Cuartas, D.E., & Rodriguez, J.C. (2019). Parasites & Vectors.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yusriati Yusriati, Aulia Zikra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskrip mereka di Jurnal Ventilator, setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta (author copyright holder) dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis dapat melakukan perjanjian kontraktual terpisah tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi yang diterbitkan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diperbolehkan dan dianjurkan untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta sitasi yang lebih cepat dan lebih besar dari karya yang dipublikasikan.





