PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN MODALITAS INFRA RED DAN TERAPI LATIHAN PADA POST ORIF FRAKTUR FEMUR 1/3 DISTAL DEXTRA

Authors

  • Bagas Ardian Syahputra Universitas Widya Husada Semarang
  • Didik Purnomo

DOI:

https://doi.org/10.55606/jufdikes.v8i1.2024

Keywords:

fraktur femur,fisioterapi, terapi latihan

Abstract

Latar Belakang:  Fraktur merupakan kondisi hilangnya kontinuitas jaringan tulang, baik secara total maupun parsial, yang umumnya disebabkan oleh trauma. Salah satu jenis fraktur yang cukup serius adalah fraktur femur , yaitu patah tulang pada batang paha yang sering kali terjadi akibat benturan langsung. Tanda dan gejala klinis umum yang ditemukan pada fraktur meliputi edema , deformitas , serta nyeri lokal di area yang terdampak. Nyeri yang timbul menyebabkan pasien cenderung menghindari gerakan pada bagian tubuh yang mengalami fraktur, sehingga dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot, keterbatasan lingkup gerak sendi, serta penurunan kemampuan aktivitas fungsional.
Salah satu modalitas yang digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah terapi Inframerah (IR), yaitu metode yang memanfaatkan sinar merah untuk memberikan efek pemanasan pada jaringan superfisial tubuh. Pemanasan ini berfungsi untuk meningkatkan vasodilatasi , memperlancar sirkulasi darah, serta memberikan efek relaksasi otot, yang pada akhirnya membantu dalam mengurangi nyeri. Kombinasi antara terapi inframerah dan terapi latihan menjadi pendekatan yang efektif dalam rehabilitasi, karena mampu memberikan manfaat sinergis berupa penurunan nyeri dan edema , serta peningkatan cakupan gerak sendi, kekuatan otot, dan aktivitas fungsional pada pasien pasca tindakan reduksi terbuka dan fiksasi internal (ORIF) akibat fraktur femur . Pendekatan ini berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi pasca fraktur . Metode: Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus yang membahas penatalaksanaan fisioterapi pada pasien dengan fraktur femur 1/3 distal pasca tindakan ORIF. Data dikumpulkan selama proses fisioterapi berlangsung. Modalitas yang digunakan dalam penatalaksanaan meliputi terapi inframerah dan terapi latihan aktif dan pasif, yang diberikan sesuai dengan standar prosedur operasional (SPO) fisioterapi. Hasil: Setelah dilakukan intervensi fisioterapi sebanyak beberapa kali dengan kombinasi terapi inframerah dan terapi latihan, diperoleh hasil berupa penurunan nyeri, penurunan edema , peningkatan cakupan gerak sendi, peningkatan kekuatan otot, serta peningkatan kemampuan aktivitas fungsional ekstremitas bawah. Kesimpulan: Pemberian terapi inframerah dan terapi latihan secara terpadu terbukti dapat membantu mempercepat pemulihan pasien pasca-ORIF fraktur femur. Intervensi ini memberikan dampak positif berupa penurunan nyeri dan edema , serta peningkatan kekuatan otot, perlindungan gerak sendi, dan fungsi aktivitas sehari-hari pasien

References

[1] F. R. Kepel dan A. C. Lengkong, “Fraktur geriatrik,” : https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/eclinic, vol. 8, no. 2, hlm. 203–210, 2020, doi: 10.35790/ecl.8.2.2020.30179.

[3] I. I. Marfuah, A. Cindy, dan N. Afni, “Asuhan Keperawatan Pada Pasien Fraktur Dalam Pemenuhan Kebutuhan Aman Dan Nyaman: Nyeri,” 2022.

[4] A. Murphy, H. Knipe, dan A. Molinari, “AO/OTA classification of distal femur fractures,” dalam Radiopaedia.org, Radiopaedia.org, 2021. doi: 10.53347/rID-94057.

[5] P. Astutik dan E. Kurlinawati, “Pengaruh Relaksasi Genggam Jari Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea Di Ruang Delima RSUD Kertosono,” STRADA Jurnal Ilmiah Kesehatan, vol. 6 No. 2, Des 2017, doi: https://doi.org/10.30994/sjik.v6i2.6.

[6] Putri Bona Medisa Casarea dan Jaleha Boki, “Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Post ORIF Fraktur Femur 1/3 Distal Dextra Dengan Cryotherapy dan Terapi Latihan.,” Jurnal Ilmiah Fisioterapi Muhamadiyah, vol. 3, Jul 2024, Diakses: 18 Juni 2025. [Daring]. Tersedia pada: http://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/Jar

[7] Desiartama Agus dan Aryana Wien I G N, “GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN FRAKTUR FEMUR AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS PADA ORANG DEWASA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR TAHUN 2013,” E-JURNAL MEDIKA, vol. Vol.6 No.5, Mei 2017.

[8] M. Suriya dan Zuriati, Buku Ajar Asuhan Keparawatan Medikal Pada Sistem Musculoskeletal Aplikasi Nanda NIC & NOC. 2019. [Daring]. Tersedia pada: www.pustakagalerimandiri.com

[9] Carolyn. Jarvis, Ann. Eckhardt, dan Pat. Thomas, Physical examination & health assessment. Elsevier, 2020.

[11] A. Sulistyowati, Pemeriksaan Tanda-Tanda Vital, 1 ed. Sidoarjo: Kerta Cendekia Nursing Academy, 2018.

[12] B. Trisnowiyanto, “Instrumen Pemeriksaan Fisioterapi dan Penelitian Kesehatan,” Nuha Medika, vol. 2, 2015.

[13] Yudiyanta, Khorunnisa Novita, dan Novitasari Ratih Wahyu, “Teknik Assessment Nyeri,” Yogyakarta, 2015.

[14] Arti Widi dan Wisanti Herista Novia, Buku Ajar Pemeriksaan dan Pengukuran Fisioterapi Musculoskeletal. Sidoarjo: UMSIDA PRESS, 2023.

Downloads

Published

2026-01-27

How to Cite

Bagas Ardian Syahputra, & Didik Purnomo. (2026). PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN MODALITAS INFRA RED DAN TERAPI LATIHAN PADA POST ORIF FRAKTUR FEMUR 1/3 DISTAL DEXTRA. JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA, 8(1), 82–90. https://doi.org/10.55606/jufdikes.v8i1.2024