Hubungan Pengetahuan dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Pusaka
DOI:
https://doi.org/10.59680/ventilator.v4i1.2713Keywords:
Chronic Malnutrition, Environmental Sanitation, Maternal Knowledge, Stunting, ToddlersAbstract
Stunting is a chronic nutritional problem that remains a major concern in public health, particularly in Indonesia, and is influenced by various factors such as maternal knowledge and environmental sanitation conditions. Data from the working area of Bandar Pusaka Public Health Center show an increase in stunting cases from 59 cases in 2024 to 63 cases in 2025. This condition indicates that stunting remains a serious issue that requires attention; therefore, this study aims to determine the relationship between maternal knowledge and environmental sanitation with the incidence of stunting among toddlers. This study used a quantitative approach with an analytical cross-sectional design. The population consisted of 1,067 toddlers, with a sample of 91 respondents selected using proportional random sampling. The independent variables were maternal knowledge and environmental sanitation, while the dependent variable was stunting incidence. Data were collected using questionnaires and analyzed using univariate and bivariate methods with the chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between maternal knowledge and stunting incidence (p 0000) as well as between environmental sanitation and stunting incidence (p 0018). Therefore, it can be concluded that maternal knowledge and environmental sanitation play an important role in the incidence of stunting among toddlers, indicating the need for improved health education and environmental sanitation as strategic efforts in stunting prevention.
References
Adriani, M., & Bambang, W. (2012). Pengantar gizi masyarakat. Kencana Prenada Media Group.
Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 164–170.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2021). Rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting Indonesia 2021–2024. Bappenas RI.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2022). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting. Bappenas.
Dinas Kesehatan Aceh. (2024). Profil kesehatan Aceh tahun 2024. Dinas Kesehatan Aceh.
Humphrey, J. H. (2009). Child undernutrition, tropical enteropathy, toilets, and handwashing. The Lancet, 374(9694), 1032–1035. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(09)60950-8
Jannah, M., & Nurhayati. (2023). Hubungan pengetahuan ibu dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(1), 45–52.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. (2021). Panduan penanganan stunting di desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Buku saku pemantauan status gizi. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Hasil survei status gizi Indonesia (SSGI). Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei status gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Notoatmodjo, S. (2018). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2019). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
Riskesdas. (2018). Laporan nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Spears, D. (2013). How much international variation in child height can sanitation explain? (World Bank Policy Research Working Paper No. 6351). World Bank. https://doi.org/10.1596/1813-9450-6351
Sukmawati, S., Rahman, A., & Putri, R. (2021). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(2), 123–130. https://doi.org/10.57151/jurnalsainsdankesehatan.v2i2.266
Torlesse, H., Cronin, A. A., Sebayang, S. K., & Nandy, R. (2016). Determinants of stunting in Indonesian children: Evidence from a cross-sectional survey indicate a prominent role for the water, sanitation and hygiene sector in stunting reduction. BMC Public Health, 16, Article 669. https://doi.org/10.1186/s12889-016-3339-8
UNICEF. (2021). Improving child nutrition: The achievable imperative for global progress. UNICEF.
Utami, R. (2020). Sanitasi lingkungan dan kaitannya dengan kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(1), 45–52.
World Health Organization. (2020). Guideline on sanitation and health. World Health Organization.
World Health Organization. (2021). Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates. WHO Press.
World Health Organization. (2023). Levels and trends in child malnutrition. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Etika Sari, Susanti Susanti, Sinta Depi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskrip mereka di Jurnal Ventilator, setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta (author copyright holder) dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis dapat melakukan perjanjian kontraktual terpisah tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi yang diterbitkan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diperbolehkan dan dianjurkan untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta sitasi yang lebih cepat dan lebih besar dari karya yang dipublikasikan.





