Faktor Lingkungan sebagai Determinan Kejadian Penyakit Berbasis Komunitas di Kelurahan Baleendah Kabupaten Bandung
DOI:
https://doi.org/10.59680/ventilator.v4i1.2460Keywords:
Air Quality, Disease Risk, Environmental Factor, Sanitation Status, Waste ManagementAbstract
Environmental factors play a significant role in determining community-based disease incidence, particularly in densely populated areas. This study aims to analyze environmental factors as determinants of disease occurrence in Baleendah Subdistrict, Bandung Regency. A quantitative study with a cross- sectional design was conducted involving 250 respondents selected using stratified random sampling. Data were collected through environmental observation, structured questionnaires, and basic health assessments. The independent variables included water quality, air quality, waste management, and sanitation, while the dependent variable was the incidence of community-based diseases. Data were analyzed using logistic regression. The results showed that poor water quality (OR=2.6), inadequate waste management (OR=2.9), and poor sanitation (OR=3.2) were significantly associated with increased disease incidence (p<0.05). This study concludes that environmental factors are strong determinants of community- based diseases. Strengthening environmental health interventions is essential to reduce disease risk in the community.
References
Achmadi, U. F. (2014). Dasar-Dasar Penyakit Berbasis Lingkungan. Rajawali Pers.
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Lingkungan Hidup Indonesia.
Blum, H. L. (1974). Planning for Health: Development and Application of Social Change Theory. Human Sciences Press.
Chandra, B. (2012). Pengantar Kesehatan Lingkungan. EGC.
Hidayat, T., & Rahmawati, E. (2019). Pengelolaan limbah rumah tangga dan risiko penyakit. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(1), 33–40.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia.
Landrigan, P. J., Fuller, R., Acosta, N. J. R., Adeyi, O., Arnold, R., Basu, N., & others. (2018). The Lancet Commission on Pollution and Health. The Lancet, 391(10119), 462–512.
Mukono, H. J. (2011). Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Airlangga University Press.
Notoatmodjo, S. (2018). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rineka Cipta.
Nugrahaeni, D. K. (2018). Hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(2), 120–128.
Prüss-Ustün, A., Wolf, J., Corvalán, C., Bos, R., & Neira, M. (2019). Preventing Disease Through Healthy Environments. World Health Organization.
Sari, M., & Wijaya, A. (2020). Pengaruh kualitas air terhadap kejadian penyakit berbasis lingkungan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 45–52.
United Nations Environment Programme. (2021). Global Environment Outlook.
World Health Organization. (2020). Guidelines on Sanitation and Health.
World Health Organization. (2021). Environmental Health and Risk Assessment.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yunita Sarah Nadeak, Eva Elfrida Pardede

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskrip mereka di Jurnal Ventilator, setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta (author copyright holder) dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis dapat melakukan perjanjian kontraktual terpisah tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi yang diterbitkan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diperbolehkan dan dianjurkan untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta sitasi yang lebih cepat dan lebih besar dari karya yang dipublikasikan.




