Gambaran Tingkat Stres pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Masalah Fungsi Seksual di Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.59680/ventilator.v4i2.2534Keywords:
Diabetes Patients, Psychological Health, Sexual Function, Stress, Type 2 DiabetesAbstract
Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic disease that may lead to complications, including sexual dysfunction in both men and women. Untreated sexual dysfunction may trigger psychological stress, which can further worsen patients' overall health status. This study aimed to describe the stress levels among patients with type 2 diabetes mellitus experiencing sexual dysfunction at the Limboto Community Health Center, Gorontalo Regency. A descriptive study with a cross-sectional approach was conducted among 61 respondents selected through purposive sampling. The instruments used were the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), the International Index of Erectile Function-5 (IIEF-5) for male respondents, and the Female Sexual Function Index-19 (FSFI-19) for female respondents. Data were analyzed using descriptive statistics with SPSS version 22. Most male respondents (33.3%) experienced mild and mild-to-moderate sexual dysfunction, while the majority of female respondents (53.6%) experienced mild sexual dysfunction. The distribution of stress levels indicated that moderate stress was the predominant category among both male (72.7%) and female respondents (64.3%). Most patients with type 2 diabetes mellitus experienced mild to moderate sexual dysfunction and moderate levels of stress. These findings highlight the importance of routine screening and counseling for stress and sexual function as integral components of holistic care for patients with type 2 diabetes mellitus.
References
Allen, M. S., Vella, S. A., & Laborde, S. (2023). Sexual function and relationship quality in men with chronic illness: A systematic review. Journal of Sexual Medicine, 20(4), 450–463. https://doi.org/10.1093/jsxmed/qdac033
Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo. (2025). Data penderita diabetes melitus Kabupaten Gorontalo tahun 2025. Dinkes Kabupaten Gorontalo.
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (2024). Profil kesehatan Provinsi Gorontalo tahun 2024. Dinkes Provinsi Gorontalo.
Farida, A., & Nuraeni, A. (2020). Dampak psikologis gangguan fungsi seksual pada penderita diabetes melitus. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(3), 285–292.
Haffis, M., Ramli, R., & Salim, A. (2025). Disfungsi ereksi pada pasien diabetes melitus tipe 2: Prevalensi dan faktor risiko. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 21(1), 45–54. https://doi.org/10.24853/jkk.21.1.45-54
International Diabetes Federation. (2021). IDF Diabetes Atlas (10th ed.). IDF. https://www.diabetesatlas.org
Jasim, A. N., Al-Waeli, H. A., & Hassan, T. J. (2022). Sexual dysfunction in patients with type 2 diabetes mellitus: Physiological and psychological aspects. Diabetes & Metabolic Syndrome: Clinical Research & Reviews, 16(5), 102479. https://doi.org/10.1016/j.dsx.2022.102479
Kemenkes RI. (2020). Tetap produktif, cegah dan atasi diabetes melitus. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Khatami, F. (2021). Gambaran fungsi seksual pada perempuan penderita diabetes melitus di Kota Bandar Lampung menggunakan instrumen FSFI. Jurnal Kesehatan, 12(2), 155–163.
Lainsamputty, F., Mangindaan, L., & Supit, S. (2022). Stres dan kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Biomedik (JBM), 14(1), 55–61. https://doi.org/10.35790/jbm.v14i1.37246
Marettianada. (2022). Hubungan kadar gula darah dengan fungsi seksual pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(2), 112–119.
Mochammad, A. (2024). Komplikasi mikrovaskular dan seksual pada diabetes melitus tipe 2: Tinjauan klinis. Jurnal Endokrinologi Indonesia, 23(1), 1–12.
Mulyawati, I. (2021). Prevalensi gangguan fungsi seksual pada laki-laki usia lanjut: Kajian pustaka. Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia, 9(1), 27–34.
Nurhidayati, T., & Sutarno. (2024). Disfungsi seksual perempuan: Definisi, klasifikasi, dan pendekatan keperawatan. Jurnal Keperawatan Silampari, 8(1), 301–311. https://doi.org/10.31539/jks.v8i1.8291
Omar, N., Nik Hazlina, N. H., Wan Rosmawati, W. N., & Siti Norlina, M. (2022). Bidirectional relationship between psychological stress and sexual dysfunction: A narrative review. Journal of Sexual Medicine, 19(10), 1475–1486.
Priyoto. (2019). Perubahan dalam perilaku kesehatan: Konsep dan aplikasi. Graha Ilmu.
Rizal, A. (2021). Gangguan fungsi seksual akibat diabetes melitus pada pria dan wanita. Jurnal Kedokteran Syiah Kuala, 21(2), 115–122. https://doi.org/10.24815/jks.v21i2.20543
Seyoum, B., Assefa, M., Mihret, G., & Tesfaye, D. (2024). Sexual dysfunction in diabetic patients: An updated review. Frontiers in Endocrinology, 15, 1362894. https://doi.org/10.3389/fendo.2024.1362894
Singh, A., Kumar, R., & Sharma, P. (2024). Impact of sexual dysfunction on psychological well-being and quality of life in diabetic patients. Journal of Psychosomatic Research, 178, 111596. https://doi.org/10.1016/j.jpsychores.2024.111596
Sutiyono, A., Rahayu, S., & Wahyuni, T. (2025). Diabetes melitus sebagai masalah kesehatan global: Tinjauan epidemiologi terkini. Indonesian Journal of Health Sciences, 15(1), 1–10.
Utami, D. A., Hendarsih, S., & Kuntari, S. (2023). Epidemiologi diabetes melitus tipe 2 di Indonesia: Tren, distribusi, dan proyeksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK), 16(1), 1–9. https://doi.org/10.33860/jik.v16i1
Wardhani, R. K. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi fungsi seksual: Tinjauan literatur komprehensif. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 18(1), 90–101.
World Health Organization. (2022). Diabetes. WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes
Zuliani, E., Rini, E. A., & Wahyuni, A. S. (2023). Tingkat stres pada pasien diabetes melitus tipe 2 dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Kesehatan Komunitas (Jurnal Keskom), 9(1), 155–163. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol9.Iss1.1255
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Thasya Revalina Talalu, Ita Sulistiani Basir, Mihrawaty S. Antu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskrip mereka di Jurnal Ventilator, setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta (author copyright holder) dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis dapat melakukan perjanjian kontraktual terpisah tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi yang diterbitkan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diperbolehkan dan dianjurkan untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta sitasi yang lebih cepat dan lebih besar dari karya yang dipublikasikan.





