Analisis Retrospektif Pemanfaatan Hemodialisis pada Awal Implementasi Kebijakan JKN di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.59680/ventilator.v4i2.2527Keywords:
BPJS Health, Chronic Kidney Disease (CKD), Health Service Accessibility, Hemodialysis Utilization, National Health Insurance (JKN)Abstract
It has been more than a decade since the initial National Health Insurance (JKN) policy was enacted by the government, and as of 2026, chronic kidney disease (CKD) remains among the top five countries with the highest catastrophic costs, with the number continuing to increase annually. According to 2023 data, 38.71% of patients with kidney failure underwent hemodialysis therapy. Health service utilization is a critical issue that requires attention in achieving health system goals. This can be achieved if health services are distributed according to geography, socioeconomic status, and community needs. Objective: To analyze and describe hemodialysis utilization in the early phase of JKN implementation based on BPJS Kesehatan data. This is an analytical study with a cross-sectional design using secondary data from the 2015-2016 BPJS Kesehatan sample. The variables used were individual characteristics (age, gender, type of membership) and region. Data analysis was performed using univariate analysis, bivariate analysis using chi-square analysis, and multivariate analysis using logistic regression.The analysis showed that hemodialysis utilization among BPJS Kesehatan patients in 2015-2016 was influenced by gender, age, membership type, and region. Multivariate analysis showed that women were more likely to utilize hemodialysis, with an OR of 1.25 compared to men aged >64 years (OR=3.50). Those with PBPU membership and residing in Java were 4.36 times more likely to utilize hemodialysis. Hemodialysis utilization is influenced by participant characteristics and geographic location. These findings provide important historical empirical evidence for further policymaking and the formulation of preventive strategies.
References
Ahmad, Z. G., Febriani, D., Salsabila, L. N., & Gurning, F. P. (2023). Analisis defisit Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Medan: Sebab, dampak, dan solusi. Jurnal Kesmas Prima Indonesia, 7(1), 47–53.
Alayda, N. F., Aulia, C. M., Ritonga, E. R., & Purba, S. H. (2024). Literature review: Analisis dampak kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terhadap akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(7), 2616–2626.
Dedy, I. P., Hardy, K., Ari, G. A. L. N., & Yudha, N. (2019). Kemauan dan kemampuan membayar (ability-willingness to pay) dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional pada sektor informal pedagang pasar tradisional di Kota Denpasar 2017. Jurnal Kesehatan Terpadu, 2, 96–100. https://doi.org/10.36002/jkt.v2i2.541
Fakhriyah, F., Athiyya, N., Jubaidah, J., & Fitriani, L. (2021). Penyuluhan hipertensi melalui WhatsApp Group sebagai upaya pengendalian hipertensi. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4, 435. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i2.4479
Hasibuan, S. R., & Prasetyo, C. I. (2024). Gambaran klaim pelayanan dialisis di rumah sakit dan rekomendasi kebijakan di level daerah: Studi kasus Kota Pematangsiantar. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 9, 1–10. https://doi.org/10.7454/eki.v9i1.1123
Indonesian Society of Nephrology. (2018). 11th report of Indonesian renal registry 2018. Indonesian Society of Nephrology.
Kovesdy, C. P. (2022). Epidemiology of chronic kidney disease: An update 2022. Kidney International Supplements, 12, 7–11. https://doi.org/10.1016/j.kisu.2021.11.003
Kristina, S., Endarti, D., Andayani, T., & Aditama, H. (2021). Cost of illness of hemodialysis in Indonesia: A survey from eight hospitals in Indonesia. International Journal of Pharmaceutical Research, 13, 2815–2820. https://doi.org/10.31838/ijpr/2021.13.01.375
Lesmana, T. C., & Sugiman. (2020). Determinan pemilihan kelas BPJS peserta Jaminan Kesehatan Nasional mandiri. Endurance, 5, 216–226.
Nasution, M. Z., Sikumbang, E. S., & Gurning, F. P. (2025). Analisis tren penyakit gagal ginjal kronik peserta BPJS dan dampaknya pada pembiayaan kesehatan Indonesia (Analysis of chronic kidney disease trends among BPJS participants and their impact on Indonesia’s health financing system). Jurnal Kolaboratif Sains, 8, 4308–4317. https://doi.org/10.56338/jks.v8i7.7798
Nugroho, R. H., Murti, B., & Suryono, A. (2019). Disparity in health care utilization by income level and insurance status at Gamping Muhammadiyah Hospital, Yogyakarta, Indonesia. Journal of Health Policy and Management, 4, 195–203. https://doi.org/10.26911/thejhpm.2019.04.03.07
Periwi, D. I., Widiyawati, R., & Muthoharoh, S. (2026). Hubungan lama menjalani hemodialisis dengan gambaran diri pasien penyakit ginjal kronik. Keperawatan, 19, 70–84.
Pujiyanti, E., Setiawan, E., Sari, E. R., & Suwandi, I. P. (2019). Kajian literatur sistematis: Skema pengendalian biaya dalam asuransi kesehatan nasional di beberapa negara. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 4, 2–14. https://doi.org/10.7454/eki.v4i2.3460
Salamah, S. N., Tamtomo, D. G., & Sulaeman, E. S. (2020). Path analysis on the equity of hemodialysis utilization in the National Health Insurance Program in Jember, East Java. Journal of Health Policy and Management, 5, 108–120. https://doi.org/10.26911/thejhpm.2020.05.02.03
Teerawattananon, Y., Dabak, S. V., Khoe, L. C., Bayani, D. B. S., & Isaranawatchai, W. (2019). Health, economic, ethics, and politics in making renal dialysis policy in the era of universal coverage. BMJ, 11, 1–11. https://doi.org/10.1136/bmj.m82
World Health Organization. (2022). Kidney health: Improving global outcomes. World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Irma Fitrilia, Dwi Ani Rahmawati, Restu Prihandini Widiar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskrip mereka di Jurnal Ventilator, setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta (author copyright holder) dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis dapat melakukan perjanjian kontraktual terpisah tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi yang diterbitkan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diperbolehkan dan dianjurkan untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta sitasi yang lebih cepat dan lebih besar dari karya yang dipublikasikan.




