Analisis Praktik Keperawatan pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) dengan Intervensi Inovasi Pemberian Terapi Tertawa terhadap Tekanan Darah Tinggi di Ruang Hemodialisis Rsud Aji Muhammad Parikesit Tenggarong
DOI:
https://doi.org/10.59680/ventilator.v4i2.2442Keywords:
Blood Pressure, Chronic Kidney Disease (CKD), Hemodialysis, Hypertension, Laughter TherapyAbstract
Background: Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive decline in kidney function where the remaining kidney mass is unable to maintain the internal environment. End-stage kidney disease cannot be cured, when the body is unable to maintain metabolic, fluid and electrolyte balance, causing uremia. Problems caused by the buildup or lack of production of metabolic waste that cannot be excreted by the body can cause high blood pressure due to the buildup of sodium and water in the body. In this state, blood volume becomes excessive, and the effects of renin, angiotensin, and aldosterone, which stabilize blood pressure, decrease. Left ventricular hypertrophy due to dilated cardiomyopathy or hypervolemia. The purpose of dialysis is to maintain the patient's life and health until kidney function is restored. Objective: to find out whether there is an effect of Laughter Therapy to reduce high blood pressure in patients with CKD on HD. Method: The method used is measuring blood pressure before and after. Results: Blood pressure was measured, 180/100 mmHg to 160/90 mmHg. 190/110 mmHg becomes 160/90 mmHg. 180/110 mmHg becomes 170/90 mmHg, 190/120 mmHg become 160/90 mmHg. Laughter therapy for patients has a relaxing effect, relaxes muscles and reduces stress, thereby reducing patient scores. Conclusion: The conclusion regarding the innovative intervention of providing laughter therapy to chronic kidney failure patients to reduce hypertension in CKD on HD patients is influential.
References
Dartiana, Y., & Samidah, I. (2023). Aplikasi Teori Virginia Henderson Pada Klien Dengan Hipertensi Dengan Terapi Tawa Di Wilayah Kerja Puskesmas Suka Merindu Kabupaten Seluma Tahun 2022. Jurnal Ilmiah Amanah Akademika, 6(1), 232–239.
Dumbre, S. P. (2018). Laughter Therapy (World Laughter Day-First Sunday Of May. Journal Of Pharmaceutical And Scientific Innovation.
Fitrina, Y., Bungsu, P. P., & Pramestika, R. (2022). Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Tekanan Darah Lansia Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 6(1), 278–284. https://jurnal.syedzasaintika.ac.id
Hasan, H., & Hasan, T. F. (2018). Laugh Yourself into a Healthier Person: A Cross Cultural Analysis of the Effects of Varying Levels of Laughter on Health. International Journal Of Medical Sciences.
Hasanah, U., Dewi, N. R., Pakarti, A. T., & Inayati, A. (2023). Analisis Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Ginjal Kronik Pada Pasien Hemodialisis. 8(2), 96–103. https://doi.org/10.52822/jwk.v8i2.531
Helwend, A. O. (2024). Pengaruh Terapi Tertawa Menggunakan Video Komedi pada Penurunan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi di Puskesmas Tiban Baru Kota Batam Terapi Tertawa Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia didapati bahwa terdapat. 2(1).
Hj, H., & Menga, M. K. (2019). STUDI KASUS PADA KELUARGA Tn.M YANG MENGALAMI HIPERTENSI DIKELURAHAN BAROMBONG
KOTA MAKASSAR. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 7(1), 22–25. https://doi.org/10.35816/jiskh.v7i1.66
IRR. (2018). 11th report Of Indonesian renal registry 2018. Indonesian Renal Registry (IRR), 14–15.
Kartikasari, F., Yani, A., & Azidin, Y. (2020). Pengaruh Pelatihan Pengkajian Komprehensif Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Perawat Mengkaji Kebutuhan Klien Di Puskesmas. Jurnal Keperawatan Suaka Insan (Jksi), 5(1), 79–89. https://doi.org/10.51143/jksi.v5i1.204
Khurnila, & Wlandari. (2018). Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Tingkat Stress Pada Penderita Hipertensi Studi Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pulo Lor Kabupaten Jombang. Insan Cendekia Medika Jombang.
Kurnia, A. (2021). SELF-MANAGEMENT HIPERTENSI. Jakad Media Publishing.
Mait, G., Nurmansyah, M., & Bidjuni, H. (2021). Gambaran Adaptasi Fisiologis
Dan Psikologis Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisis Di Kota Manado. Jurnal Keperawatan, 9(2), 1. https://doi.org/10.35790/jkp.v9i2.36775 Manuntung, A. (2019). TERAPI PERILAKU KOGNITIF PADA PASIEN HIPERTENSI. Wineka Media.
Radin, I. M. S., Waluyo, A., & Maria, R. (2023). TERAPI KOMPLEMENTER TERHADAP KEBUTUHAN DASAR PASIEN CKD ON HD. 7, 1–14.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558907/
Safitri, D. M., Septiani, W., Azmi, N., Rizani, N. C., & Rahmawati, N. (2023).
Ergonomika. Nas Media Pustaka.
Setyaningrum, N., Setyorini, A., & Fitrianta, F. T. (2019). Pengaruh Terapi Tertawa Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Di Upt Panti Wredha Budhi Dharma Yogyakarta. Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(1), 12–21. https://doi.org/10.32504/sm.v13i1.99
Setyoadi, & Kushariyadi. (2018). Terapi modalitas keperawatan pada klien psikogeriatrik. Salemba Medika.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Siti Khairani Prida, Rusni Masnina, Milkhatun Milkhatun, Faried Rahman Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan manuskrip mereka di Jurnal Ventilator, setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta (author copyright holder) dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis dapat melakukan perjanjian kontraktual terpisah tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi yang diterbitkan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diperbolehkan dan dianjurkan untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta sitasi yang lebih cepat dan lebih besar dari karya yang dipublikasikan.




