HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PELAKSANAAN 3M (MENGURAS MENUTUP MENGUBUR) DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE
DOI:
https://doi.org/10.59680/ventilator.v1i1.240Keywords:
DBD, Pelaksanaan 3M, Dukungan KeluargaAbstract
Data Nasional Kasus Demam Berdarah Dengue di Indonesia pada tahun 2019 berjumlah 110.921 kasus dengan incedence rate DBD tertinggi di Jawa dan Bali sebesar 61.071 kasus, Pulau Sumatera sebesar 21.896 kasus, Jawa Barat sebesar 19.240 kasus, Jawa Timur sebesar 16.699 kasus. Kemudian untuk Incendence Rate terendah yaitu Jawa Tengah sebesar 8.501, Jakarta 8.408, Sumatera Utara sebesar 5.721, dan Lampung sebesar 5.369 kasus. Pada tahun 2020 total kasus DBD yaitu sebesar 95.893 kasus. Kasus DBD terbesar di 472 Kabupaten di 34 Provinsi terdapat 51 penambahan kasus DBD dan 1 kasus kematian sebanyak 73.35 persen atau 377 Kabupaten telah mencapai Incedence Rate kurang dari 49 per 100.000 penduduk. Kemenkes melaporkan terdapat 5 Kabupaten dengan kasus DBD tertinggi Buleleng sebesar 3.313 kasus, Bandung sebesar 2.547 kasus, Kota Bandung sebesar 2.363 kasus, Sikka sebesar 1.786 kasus, dan Gianyar sebesar 1.717 kasus
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Penulis yang mempublikasikan manuskrip mereka di Jurnal Ventilator, setuju dengan ketentuan berikut:
- Penulis mempertahankan hak cipta (author copyright holder) dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License, yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya tersebut dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis dapat melakukan perjanjian kontraktual terpisah tambahan untuk distribusi non-eksklusif dari versi yang diterbitkan oleh jurnal (misalnya, mengunggahnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diperbolehkan dan dianjurkan untuk mengunggah karya mereka secara daring (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena ini dapat menghasilkan pertukaran yang produktif, serta sitasi yang lebih cepat dan lebih besar dari karya yang dipublikasikan.




