HUBUNGAN MANAJEMEN KOMUNIKASI PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG NIFAS RSU PKU MUHAMMADIYAH GUBUG
DOI:
https://doi.org/10.55606/sisthana.v11i1.2243Keywords:
manajemen komunikasi, kepuasan pasien, pelayanan, nifasAbstract
Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan, khususnya pada pelayanan nifas yang membutuhkan komunikasi efektif dan empatik dari perawat. Pada masa nifas, ibu memerlukan informasi yang jelas, dukungan emosional, serta bimbingan mengenai perawatan diri dan bayi baru lahir. Komunikasi yang kurang optimal dapat menyebabkan ketidakjelasan informasi, peningkatan kecemasan, serta menurunkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen komunikasi perawat dengan kepuasan pasien di ruang nifas RSU PKU Muhammadiyah Gubug. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada Januari–Februari 2026. Sampel penelitian sebanyak 67 pasien nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi 80 pasien. Manajemen komunikasi diukur menggunakan kuesioner terstruktur meliputi kejelasan informasi, empati, responsivitas, dan interaksi interpersonal. Kepuasan pasien diukur menggunakan kuesioner skala Likert. Analisis data meliputi analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar komunikasi perawat dinilai cukup efektif (83,6%) dan mayoritas pasien berada pada kategori cukup puas (79,1%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara manajemen komunikasi perawat dan kepuasan pasien. Komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi dalam meningkatkan kepuasan pasien serta mutu pelayanan keperawatan maternitas.
References
[1] Kotler P, Keller KL. Marketing Management. 15th ed. Pearson Education; 2020.
[2] Sari RP, Widodo GG. Therapeutic communication and maternal patient satisfaction. Nurse Media Journal of Nursing. 2021;11(2):210–218.
[3] Rahmawati I, Hidayah N. Empati perawat dan kepuasan pasien nifas di ruang maternitas. Jurnal Keperawatan Maternitas. 2022;5(3):201–209.
[4] World Health Organization. Quality of care for maternal and newborn health. Geneva: WHO; 2023.
[5] O’Hagan J, Manias E, Elder C, Pill J, Woodward-Kron R, McNamara T, et al. What counts as effective communication in nursing? Journal of Advanced Nursing. 2021;77(3):1352–1367.
[6] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Standar Pelayanan Keperawatan Maternitas. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
[7] Potter PA, Perry AG. Fundamentals of Nursing. 10th ed. St. Louis: Elsevier; 2022.
[8] Hockenberry MJ, Wilson D. Wong’s Essentials of Pediatric Nursing. 11th ed. St. Louis: Elsevier; 2021.
[9] Parasuraman A, Zeithaml VA, Berry LL. SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing. 2020;96(1):12–40.
[10] Hidayat A. Manajemen Komunikasi dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika; 2022.
[11] McCabe C, Timmins F. Communication Skills for Nursing Practice. London: Palgrave Macmillan; 2022.
[12] Nugraheni D, Setyawan H, Pratiwi A. Nurse communication effectiveness and patient satisfaction in maternity services. Jurnal Ners. 2024;19(1):45–52.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













