ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN Tn.C DENGAN GANGGUAN SISTEM PERSARAFAN AKIBAT STROKE ISKEMIK DENGAN INTERVENSI SUCTIONING TERHADAP BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG ICU RSUD WELAS ASIH TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.55606/sisthana.v11i1.2232Keywords:
stroke iskemik, suction, bersihan jalan nafas tidak efektifAbstract
Stroke merupakan gangguan fungsi otak yang terjadi akibat terhentinya suplai darah ke jaringan otak, umumnya disebabkan oleh gangguan serebrovaskular yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Stroke iskemik terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah otak sehingga menghambat suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan otak, yang dapat menimbulkan berbagai gangguan sistem persarafan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diagnosis keperawatan yang muncul pada pasien stroke iskemik serta mengevaluasi keefektifan intervensi suctioning terhadap masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, partisipasi aktif, wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan suctioning efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas, yang ditandai dengan suara napas normal serta peningkatan saturasi oksigen pasien. Oleh karena itu, suctioning dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi keperawatan yang efektif dalam menangani masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien stroke iskemik di ruang ICU.
References
[1] J. C. e. a. Hemphill, “Guideline for the Management of Patients With Spontaneous Intracerebral Hemorrhage: A Guideline for Healthcare Professionals,” 2022.
[2] J. M. &. H. J. H. Black, Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: Salemba Emban Patria, 2016.
[3] B. e. a. Kitu, “Pengaruh Tindakan Penghisapan Lendir Endotrakeal Tube (ETT) terhadap kadar saturasi oksigen pasien yang dirawat diruang ICU,” Journal Ners Widya Husada, pp. 57-64, 2020.
[4] S. A. &. W. L. M. Price, Patofisiologi: Konsep klinis proses-proses penyakit. EGC, 2018.
[5] S. &. B. B. Smeltzer, Brunner & Suddarth Keperawtan Medical Bedah, Jakarta, 2018.
[6] R. &. M. P. Haryono, “Keperawatan Medikal Bedah II. Yogyakarta: Pusatka Baru Press,” 2019.
[7] I. Junaidi, “Stroke Waspadai Ancamannya.,” 2012.
[8] P. A. &. P. A. G. Potter, Fundamentals of nursing, Mosby Elsevier. , 2017.
[9] H. &. Gallo, Keperawatan kritis Pendekatan Holistik, Jakarta: Penerbit Buku kedokteran EGC, 2016.
[10] E. A. Kozier, Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses & Praktik, vol. 1, Jakarta: EGC.
[11] Y. Y. Saifullah, “Hubungan Hipertensi dengan Kejadian Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik,” jurnal mahasiswa kedokteran, pp. 698-704, 2024.
[12] K. Dourman, Waspadai Stroke Usia Muda, Cerdas Sehat, 2013.
[13] Kemenkes, “Cegah Stroke dengan Aktivitas Fisik,” 2023.
[14] Survei iKesehatan Indonesia (SKI), “Prevelensi Penyakit Stroke,” 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













