HUBUNGAN LAMA PEMBEDAHAN DENGAN TINGKAT NYERI PASCA OPERASI HERNIA PADA ANAK USIA SEKOLAH

Authors

  • Muhammad Sofyan
  • Dewi Hartinah
  • Indanah

DOI:

https://doi.org/10.55606/sisthana.v11i1.2218

Keywords:

lama pembedahan, nyeri pascaoperasi, hernia

Abstract

Nyeri pascaoperasi merupakan masalah yang sering terjadi pada pasien anak setelah tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi proses pemulihan, kenyamanan, serta kondisi psikologis. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan tidur, keterlambatan mobilisasi, peningkatan kecemasan, serta memperpanjang lama perawatan di rumah sakit. . Salah satu faktor yang diduga memengaruhi intensitas nyeri adalah lama pembedahan. Durasi pembedahan yang lebih lama dapat menyebabkan trauma jaringan yang lebih besar, peningkatan respons inflamasi, serta stimulasi saraf nyeri yang lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama pembedahan dengan tingkat nyeri pascaoperasi hernia pada anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data lama pembedahan diperoleh dari rekam medis dan dikategorikan menjadi kurang dari sama dengan 60 menit dan > 60 menit. Tingkat nyeri diukur menggunakan Wong-Baker FACES Pain Rating Scale dengan skor 0-10. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar lama pembedahan kurang dari sama dengan 60 menit sebanyak 17 responden (54,8%), sedangkan 14 responden (45,2%) l> 60 menit. Tingkat nyeri terbanyak adalah nyeri ringan sebanyak 11 responden (35,5%), diikuti nyeri berat sebanyak 10 responden (32,3%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai r = 0,909 dan p = 0,001, yang berarti terdapat hubungan sangat kuat dan signifikan antara lama pembedahan dan tingkat nyeri. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengkajian nyeri secara tepat pada pasien anak.

References

[1] Holcomb GW, Murphy JP, St. Peter SD. Holcomb and Ashcraft’s Pediatric Surgery. 7th ed. Philadelphia: Elsevier; 2020.

[2] Hockenberry MJ, Wilson D. Wong’s Essentials of Pediatric Nursing. 11th ed. St. Louis: Elsevier; 2021.

[3] Chou R, Gordon DB, de Leon-Casasola OA, et al. Management of postoperative pain: a clinical practice guideline. Journal of Pain. 2016;17(2):131–157.

[4] Rabbitts JA, Zhou C, Groenewald CB, et al. Duration of surgery and postoperative pain outcomes in children. Anesthesia & Analgesia. 2017;125(6):2153–2161.

[5] Gan TJ, Habib AS, Miller TE, White W, Apfelbaum JL. Incidence, patient satisfaction, and perceptions of post-surgical pain: results from a US national survey. Current Medical Research and Opinion. 2014;30(1):149–160.

[6] Macintyre PE, Schug SA, Scott DA, Visser EJ, Walker SM. Acute Pain Management: Scientific Evidence. 5th ed. Melbourne: ANZCA & FPM; 2020.

[7] Birnie KA, Chambers CT, Fernandez CV, et al. Hospitalized children continue to report undertreated and preventable pain. Pain Research and Management. 2014;19(4):198–204.

[8] Tomlinson D, von Baeyer CL, Stinson JN, Sung L. A systematic review of faces scales for the self-report of pain intensity in children. Pediatrics. 2010;126(5):e1168–e1198.

[9] World Health Organization. WHO guidelines on the pharmacological treatment of persisting pain in children. Geneva: WHO; 2019.

[10] American Academy of Pediatrics. Postoperative pain management in children. Pediatrics. 2021;148(5):e2021052458.

Downloads

Published

2026-03-29

How to Cite

Sofyan , M., Hartinah, D., & Indanah. (2026). HUBUNGAN LAMA PEMBEDAHAN DENGAN TINGKAT NYERI PASCA OPERASI HERNIA PADA ANAK USIA SEKOLAH. JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA, 11(1), 39–47. https://doi.org/10.55606/sisthana.v11i1.2218