EFEKTIFITAS SENAM KESEIMBANGAN ATAU BALANCE EXERCISE TERHADAP RASA TAKUT JATUH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH YOGYAKARTA

Authors

  • Nur Intan Rahayu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Nopryan Ekadinata Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.55606/sisthana.v11i1.2199

Keywords:

balance exercise, FES-I, hipertensi, lansia, risiko jatuh

Abstract

Meningkatnya jumlah lansia telah menyebabkan peningkatan masalah kesehatan, termasuk penyakit degeneratif seperti hipertensi, yang dapat meningkatkan risiko jatuh. Jatuh pada lansia tidak hanya menyebabkan cedera fisik tetapi juga dampak psikologis berupa rasa takut jatuh, yang dapat menurunkan kualitas hidup. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat mengurangi rasa takut jatuh adalah latihan keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan keseimbangan terhadap rasa takut jatuh pada lansia dengan hipertensi di wilayah Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan tiga wanita lansia berusia lebih dari 60 tahun dengan riwayat hipertensi sebagai subjek. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengukuran menggunakan Falls Efficacy Scale-International (FES-I), Geriatric Depression Scale (GDS-15), dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Intervensi latihan keseimbangan diberikan sekali seminggu selama 15–25 menit selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor rata-rata FES-I dari 25,67 (khawatir sedang) menjadi 21 (khawatir rendah-sedang) setelah empat minggu intervensi. Selain itu, terjadi peningkatan kualitas tidur, yang ditunjukkan oleh penurunan skor PSQI rata-rata dari 5,3 menjadi 5. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah bahwa latihan keseimbangan efektif dalam mengurangi rasa takut jatuh pada lansia dengan hipertensi dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk mencegah risiko jatuh dan meningkatkan kualitas hidup lansia.

 

References

[1] WHO, “Healthy life expectancy (HALE) at birth (years).,” 2024, [Online]. Available: https://www.who.int/data/gho/data/indicators/indicator-details/GHO/gho%0Aghe-hale-healthy-life-expectancy-at-birth

[2] BPS, Statistik Penduduk Lanjut Usia 2024, vol. 21. 2024. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id

[3] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia., “Analisis Lansia di Indonesia Tahun 2017,” Jakarta Pus. Data dan Inf. Kementeri. Kesehat. RI., 2017.

[4] R. E. H. Patriyani and D. Sulistyowati, “Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi melalui SEFT,” pp. 1–95, 2020.

[5] WHO, “Hypertension,” 2025, [Online]. Available: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

[6] P. Yuliati et al., “Hubungan Durasi Kejadian Hipertensi Dengan Resiko Jatuh Lansia,” J. Keperawatan Notokusumo, vol. 9, no. 2, pp. 58–61, 2021.

[7] S. Abubakar, L. U. Muhammad, A. Ahmed, and F. Idris, “Knowledge , attitude , and adherence to nonpharmacological therapy among patients with hypertension and diabetes attending the hypertension and diabetes clinics at Tertiary Hospitals in Kano , Nigeria,” 2020, doi: 10.4103/1118-8561.223170.

[8] A. Putu, M. Anggarani, and R. K. Djoar, “Development And Validation Of The Modified Falls Efficacy Scale Indonesian Version,” 2020.

[9] N. M. R. A. Putri, N. P. D. Larashati, and L. P. A. Vitalistyawati, “Kontribusi Latihan Kombinasi Simple Balance Exercise Dan Theraband Exercise Terhadap Peningkatan Kecepatan Berjalan Lansia,” vol. 3, pp. 38–43, 2022.

[10] A. F. Irmawan, S. Prastiwi, and E. Widiani, “Implementation Of Balance Exercise For The Elderly At Risk Of,” vol. 10, no. 2, pp. 109–115, 2024.

[11] and S. D. A. H. Rona, D. Ernawati, “Analisa Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Lansia Di Panti Werdha Hargodedali Surabaya,” Hosp. Majapahi, vol. 13, n, 2021, [Online]. Available: https://ejournal.stikesmajapahit.ac.id/index.php/HM/article/view/679/681

[13] Y. Yaslina, M. Maidaliza, and R. Srimutia, “Aspek Fisik dan Psikososial terhadap Status Fungsional pada Lansia,” Pros. Semin. Kesehat. Perintis, vol. 4, no. 2, 2021.

[14] L. Agustin and D. R. Elmaghfuroh, “Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Penerapan Terapi Reminiscence Pada Lansia Ny . M Dengan Gangguan Kecemasan Di Desa Puger,” J. Kesehat. Republik Indones., vol. 2, no. 8, pp. 280–285, 2025.

[15] Zuliawati and Hariati, “Pengaruh Balance Exercise Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia Di Wilayah Puskesmas Deli Tua,” vol. 6, no. 1, 2023.

[16] D. Koerniawan, N. E. Daeli, and S. Srimiyati, “Aplikasi Standar Proses Keperawatan: Diagnosis, Outcome, dan Intervensi pada Asuhan Keperawatan,” J. Keperawatan Silampari, vol. 3, no. 2, pp. 739–751, 2020, doi: 10.31539/jks.v3i2.1198.

[17] L. Yardley, N. Beyer, K. Hauer, G. Kempen, C. Piot-Ziegler, and C. Todd, “Development and initial validation of the Falls Efficacy Scale-International (FES-I),” 2005, [Online]. Available: https://academic.oup.com/ageing/article-abstract/34/6/614/40464

[18] L. McGarrigle, Y. Yang, R. Lasrado, M. Gittins, and C. Todd, “A systematic review and meta-analysis of the measurement properties of concerns-about-falling instruments in older people and people at increased risk of falls,” Age Ageing, vol. 52, no. 5, pp. 1–11, 2023, doi: 10.1093/ageing/afad055.

[19] J. A. Yesavage and J. I. Sheikh, “9/Geriatric Depression Scale (GDS) Recent Evidence and Development of a Shorter Version,” 1986.

[20] P. Septianawati, I. F. Mustikawati, I. R. Kusuma, and A. M. Maulana, “Karakteristik Lansia dan Kejadian Depresi di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sodagaran Banyumas,” Muhammadiyah J. Geriatr., vol. 3, no. 2, p. 36, 2022, doi: 10.24853/mujg.3.2.36-45.

[21] D. J. Buysse, C. F. R. III, T. H. Monk, S. R. Berman, and D. J. Kupfer, “The Pittsburgh sleep quality index: A new instrument for psychiatric practice and research,” 1989, [Online]. Available: https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/0165178189900474

[22] C. Zhang et al., “Reliability, Validity, and Factor Structure of Pittsburgh Sleep Quality Index in Community-Based Centenarians,” Front. Psychiatry, vol. 11, no. August, pp. 1–11, 2020, doi: 10.3389/fpsyt.2020.573530.

[23] A. Sartika, S. Anwar, and L. Herlina, “The Effect Of Balance Exercise On Postural Balance In The Elderly At The Elderly Social Rehabilitation Center Karawang,” J. Ners, vol. 9, no. 3, pp. 4801–4807, 2025, doi: 10.31004/jn.v9i3.47215.

[24] Camelia L. S, “Minimalkan Risiko Jatuh pada Lansia dengan Latihan Keseimbangan.,” Kemenkes RS Hasan Sadikin., 2022, [Online]. Available: https://bkombandung.kemkes.go.id/%0A minimalkan-risiko-jatuh-pada-lansia%0Adengan-latihan-keseimbangan/

[25] M. C. Montes et al., “Strength and multimorbidity among community-dwelling elderly from southern Brazil,” Nutrition, vol. 71, 2020, doi: 10.1016/j.nut.2019.110636.

[26] Z. A. Mualif and M. K. Wirawati, “Jalan Tandem Untuk Mengurangi Risiko Jatuh Pada Lansia Dipanti Wredha Harapan Ibu,” J. Manaj. Asuhan Keperawatan, vol. 5, no. 2, pp. 77–80, 2021.

[27] I. D. B. K. W. Pramana and H. S. Harahap, “Manfaat kualitas tidur yang baik dalam mencegah demensia pada lansia,” Lomb. Med. J., vol. 1, no. 1, pp. 49–52, 2020.

[28] S. Lee, J. H. Chung, and J. H. Kim, “Association between sleep quality and falls: A nationwide population-based study from South Korea,” Int. J. Gen. Med., vol. 14, pp. 7423–7433, 2021, doi: 10.2147/IJGM.S331103.

[30] R. B. Darmojo, Buku Ajar Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut), Edisi ke-4. Jakarta: Balai Penerbit FKUI, 2005.

Downloads

Published

2026-03-29

How to Cite

Rahayu, N. I., & Ekadinata, N. (2026). EFEKTIFITAS SENAM KESEIMBANGAN ATAU BALANCE EXERCISE TERHADAP RASA TAKUT JATUH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH YOGYAKARTA. JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA, 11(1), 10–18. https://doi.org/10.55606/sisthana.v11i1.2199