HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMAN 1 TELAGA

Authors

  • Wiwi Susanti Piola UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO
  • Iis Biadi Universitas Muhammadiyah Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.55606/sisthana.v11i1.2071

Keywords:

body image, bullying behavior, remaja

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikososial yang memengaruhi pembentukan body image serta interaksi sosial. Body Image berkaitan erat dengan kesehatan mental remaja dan dapat berkontribusi terhadap keterlibatan dalam perilaku bullying, baik pelaku maupun korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis hubungan body image dengan perilaku bullying pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 88 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner MBSRQ-AS untuk body image dan APRI untuk perilaku bullying. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR) dengan Confidence Interval (CI) 95%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara body image dengan perilaku bullying sebagai pelaku ((p=0.056; OR=1.91;95% CI: 0.94-3.88), meskipun terdapat kecenderungan peningkatan risiko pada remaja dengan body image negatif. Sebaliknya terdapat hubungan yang signifikan antara body image dengan kejadian korban bullying (p=0.022; OR=2.29; 95% CI: 1.13-4.64). Remaja dengan body image negatif memiliki risiko 2.29 kali lebih besar menjadi korban bullying dibandingkan dengan remaja dengan body image positif. Namun demikian, ditemukan bahwa remaj dengan body image positif tetap dapat menjadi pelaku maupun korban bullying yang menunjukkan bahwa body image bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi perilaku bullying. Kesimpulan: Body image negatif merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian korban bullying sedangkan keterlibatan sebagai pelaku dipengaruhi oleh faktor multidimensi. Body image positif tidak sepenuhnya protektif terhadap bullying karena adanya pengaruh faktor sosial dan lingkungan.

References

[1] H. Song et al., “Body Image Perception and Satisfaction of Junior High School Students: Analysis of Possible Determinants,” Children, vol. 10, no. 6, p. 1060, Jun. 2023, doi: 10.3390/children10061060.

[2] N. Jaworska and G. MacQueen, “Adolescence as a unique developmental period,” J. Psychiatry Neurosci., vol. 40, no. 5, pp. 291–293, Sep. 2015, doi: 10.1503/jpn.150268.

[3] P. Bodega, A. De Cos-Gandoy, J. M. Fernández-Alvira, R. Fernández-Jiménez, L. A. Moreno, and G. Santos-Beneit, “Body image and dietary habits in adolescents: a systematic review,” Nutr. Rev., vol. 82, no. 1, pp. 104–127, Dec. 2023, doi: 10.1093/nutrit/nuad044.

[4] X. Man, J. Liu, and Z. Xue, “Effects of Bullying Forms on Adolescent Mental Health and Protective Factors: A Global Cross-Regional Research Based on 65 Countries,” Int. J. Environ. Res. Public. Health, vol. 19, no. 4, p. 2374, Feb. 2022, doi: 10.3390/ijerph19042374.

[5] UNICEF, “Half of world’s teens experience peer violence in and around school – UNICEF,” UNICEF FOR EVERY CHILD. [Online]. Available: https://www.unicef.org/press-releases/half-worlds-teens-experience-peer-violence-and-around-school-unicef

[6] WHO, “New Threats to Health,” World Health Organization. [Online]. Available: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/youth-violence

[7] KPAI, “Sejumlah Kasus Bullying Sudah Warnai Catatan Masalah Anak di Awal 2020, Begini kata Komisioner KPAI,” kpai.go.id. [Online]. Available: https://www.kpai.go.id/publikasi/sejumlah-kasus-bullying-sudah-warnai-catatan-masalah-anak-di-awal-2020-begini-kata-komisioner-kpai

[8] W. S. Piola, L. Ali, and M. Rokani, “The Effect of Health Education Using Video Media on Knowledge About Bullying in Class VII Students of SMPN 1 Dungaliyo,” J. Community Health Provis., vol. 2, no. 1, pp. 69–72, Jan. 2022, doi: 10.55885/jchp.v2i1.121.

[9] A. Zuroida and S. Kireida Kusnadi, “Body Image Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja,” IDEA J. Psikol., vol. 5, no. 2, pp. 88–99, Oct. 2022, doi: 10.32492/idea.v5i2.5203.

[10] A. Y. S. Hamid, B. A. Keliat., R. I. Ismail, and R. Atih, Bunuh diri pada kelompok usia remaja. CV. Adanu Abimata, 2023.

[11] Kemenkes RI, “PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG UPAYA KESEHATAN ANAK.” Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2014.

[12] L. A. Fowler, C. L. Kracht, K. D. Denstel, T. M. Stewart, and A. E. Staiano, “Bullying experiences, body esteem, body dissatisfaction, and the moderating role of weight status among adolescents,” J. Adolesc., vol. 91, no. 1, pp. 59–70, Aug. 2021, doi: 10.1016/j.adolescence.2021.07.006.

[13] E. Sir and N. Lok, “The effect of self-esteem development programme applied to secondary school students on self-esteem and peer bullying victimization: A randomized controlled trial,” J. Pediatr. Nurs., vol. 77, pp. e305-e312, Jul. 2024, doi: 10.1016/j.pedn.2024.04.045.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Piola, W. S., & Biadi, I. (2026). HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMAN 1 TELAGA . JURNAL KEPERAWATAN SISTHANA, 11(1), 130–140. https://doi.org/10.55606/sisthana.v11i1.2071