PROGRAM SAHABAT GIZI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN GIZI DAN KESADARAN ANTROPOMETRI ANAK PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI MALAYSIA
DOI:
https://doi.org/10.55606/pkmsisthana.v8i1.2464Keywords:
antropometri, anak migran, gizi seimbang, pendidikan kesehatan, status giziAbstract
Latar Belakang: Anak pekerja migran Indonesia di Malaysia menghadapi keterbatasan akses pendidikan formal dan rentan mengalami masalah kesehatan, terutama terkait status gizi dan pola makan yang tidak seimbang. Konsumsi makanan cepat saji dan makanan ultra-proses yang tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan, obesitas, maupun kekurangan gizi pada anak. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan dan pemantauan status gizi melalui pendekatan pendidikan nonformal.
Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anak tentang gizi seimbang serta melakukan skrining antropometri untuk mendeteksi status gizi anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 31 siswa usia 5–14 tahun di salah satu pusat pendidikan anak pekerja migran Indonesia di Klang, Selangor, Malaysia. Metode kegiatan meliputi edukasi gizi seimbang menggunakan media visual, pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan, serta evaluasi pemahaman melalui tugas “Isi Piringku”. Data antropometri dianalisis secara deskriptif menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT).
Hasil: Hasil pemeriksaan menunjukkan rata-rata berat badan sebesar 35,23 kg, tinggi badan 134,65 cm, dan IMT 18,92 kg/m². Ditemukan variasi status gizi pada peserta, meliputi kategori sangat kurus hingga obesitas. Setelah kegiatan edukasi, sebagian besar peserta mampu menggambarkan pola makan yang lebih seimbang melalui evaluasi “Isi Piringku” dan menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai makanan sehat.
Kesimpulan: Program SAHABAT GIZI mampu meningkatkan pemahaman anak mengenai gizi seimbang dan pentingnya menjaga status gizi melalui pemeriksaan antropometri. Kegiatan ini dapat menjadi upaya promotif dan preventif dalam mendukung kesehatan anak pekerja migran Indonesia melalui pendidikan nonformal.
References
Aprianti, D., Lestari, W., & Setiawan, D. (2025). Analisis kebutuhan pengembangan instrumen diagnostik bentuk three tier multiple choice bilangan cacah bagi peserta didik sekolah dasar berbasis Educaplay. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 1–10.
Hidayat, A., et al. (2025). Peran sanggar bimbingan dalam pengembangan karakter anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Jurnal Sosiologi Penelitian dan Pengabdian, 12(1), 45–53.
Hutasoit, M., & Jamaan, M. (2025). Akses pendidikan formal bagi anak pekerja migran Indonesia di Malaysia. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(2), 112–120.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman gizi seimbang untuk anak usia sekolah. Jakarta: Kemenkes RI.
Ngan, S. N. (2023). Peran pemerintah pusat dan daerah dalam menyediakan pendidikan dasar bermutu untuk mewujudkan visi Indonesia 2045. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 15(3), 20–28.
Putri, F. A., Sianturi, R., & Mulyana, E. H. (2025). Pengukuran status gizi pada anak usia dini dengan metode antropometri. JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education), 8(2), 463–471. https://doi.org/10.31537/jecie.v8i2.1842
World Health Organization. (2023). Guideline for assessing child growth and nutritional status. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maya Septianingtyas, Setia Ningrum Rahmandani, Nur Rina Aulya Rachmadani, Resa Nirmala Jona

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













