UPAYA PENCEGAHAN NEUROPATHY DIBETIC DENGAN PELATIHAN SENAM KAKI DAN PEMERIKSAAN MONOFILAMENT PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS
DOI:
https://doi.org/10.55606/pkmsisthana.v8i1.2430Keywords:
diabetes mellitus, monofilament, neuropati diabetik, pencegahan, senam kakiAbstract
Latar Belakang: Neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes mellitus yang dapat meningkatkan risiko ulkus kaki hingga amputasi apabila tidak dilakukan pencegahan dan deteksi dini secara optimal. Rendahnya pelaksanaan skrining neuropati dan kurangnya edukasi terkait senam kaki diabetes menjadi tantangan dalam pengendalian komplikasi pada pasien diabetes mellitus di masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya pencegahan neuropati diabetik melalui pelatihan senam kaki dan pemeriksaan monofilament pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo Kota Malang. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif observasional. Populasi penelitian adalah penderita diabetes mellitus yang mengikuti kegiatan kelas diabetes, dengan teknik total sampling dan jumlah responden sebanyak 102 orang. Data diperoleh melalui pemeriksaan kesehatan, pengukuran glukosa darah sewaktu, indeks massa tubuh, serta pemeriksaan monofilament untuk mendeteksi risiko neuropati diabetik. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan distribusi karakteristik dan risiko neuropati responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami hiperglikemia dan memiliki faktor risiko kelebihan berat badan hingga obesitas yang berhubungan dengan peningkatan risiko neuropati diabetik. Pemeriksaan monofilament menunjukkan masih terdapat responden dengan risiko tinggi neuropati dan neuropati diabetik. Pelatihan senam kaki diabetes berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan responden dalam pencegahan komplikasi diabetes. Kesimpulan: Program pelatihan senam kaki dan pemeriksaan monofilament efektif mendukung deteksi dini serta pencegahan neuropati diabetik sehingga dapat menjadi strategi promotif dan preventif berbasis masyarakat dalam pengelolaan diabetes mellitus.
References
Ameliani, I., Sartika, I., & Rohmah, M. (2023). Hubungan Self Management Behaviour Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. 55–64.
Anggraini, B. M., & Purwanti, O. S. (2024). The Relationship Between Body Mass Index and Diabetic Neuropathy in Patients With Diabetes Mellitus. Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health, 6(1), 453–464.
Azizah, N. (2020). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2. Universitas Hasanuddin.
Black, & Hawks. (2014). Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis untuk Hasil yang Diharapkan. Salemba Emban Patria.
Boulton, A. J. (2004). The diabetic foot: from art to science. Diabetologia, 47, 1343–1353.
IDF Diabetes Atlas 10th edition. (2023). https://www.diabetesatlas.org
Kesehatan, B. P. dan P. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Kementerian Kesehatan RI.
Khusniyati, N. K., Forwaty, E., Delvira, W., & Roni, Y. (2024). Pelatihan Senam Kaki Bagi Penyandang Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki. Jurnal Pelayanan Dan Pengabdian Masyarakat (Pamas), 8(1), 32–41.
WorldHealthOrganization,(2021).DiabetesMellitus.http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs312/en/
Priyantini, D., Sari, N. A., & Hanggitriana, P. A. (2022). Indeks Massa Tubuh Pada Penderita Diabetes Melitus Dengan Nilai Ankle Brachial Index. Jurnal Ilmiah Keperawatan SHT, 17(2), 144–149.
Sani, F. N., Rahayuningrum, I. O., Azzahra, F. B., & Pradina, E. I. (2026). Edukasi Upaya Pencegahan Neuropati Sensori Diabetes Melitus Tipe 2 Melalui Demonstrasi Pemeriksaan Monofilament Test. Jurnal Masyarakat Madani Indonesia, 5(1), 136–143.
Sari, D. W. P., Setyawati, R., Amal, A. I., Suyanto, S., Abdurrouf, M., Janitra, F. E., & Wahyuni, I. S. (2021). PKM Penguatan Regimen Terapeutik Penderita Diabetes Mellitus dengan Senam DM, Konseling, Pemeriksaan Sensasi Kaki dan Diabetic Neuropathy Symptoms. Journal of Dedicators Community, 5(1), 19–29.
Setyoko, B. A. (2003). Nilai diagnostik monofilamen 10-g dan skor Clinical Neurological Examination. Universitas Diponegoro.
Waryantini, W., & Lianti, P. (2021). Pengaruh Senam Kaki Diabetes Terhadap Resiko Terjadinya Neuropati Perifer Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II. Healthy Journal, 10(2), 89–98.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rif'atul Fani, Ratna Roesardhyati, Apriyani Puji Hastuti, Putri Cahyaningrum

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













