EFEKTIVITAS EDUKASI HIPERTENSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH GONDOKUSUMAN YOGYAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.55606/jufdikes.v8i2.2481Keywords:
lansia, hipertensi, tingkat pengetahuanAbstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering dijumpai di masyarakat dan menjadi faktor risiko utama timbulnya komplikasi serius, seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Pendidikan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya lansia, untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi melalui perubahan perilaku hidup sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan hipertensi terhadap tingkat pengetahuan penderita lansia hipertensi di wilayah Iromejan, Kelurahan Klitren, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik total sampling sebanyak 40 responden, yang menjadi bagian kelompok intervensi (20 responden) dan kelompok kontrol (20 responden). Instrumen penelitian berupa kuesioner hypertension knowledge level scale (HK-LS) yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan perbedaan tingkat pengetahuan pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Sedangkan hasil uji Mann-Whitney diperoleh nilai p = 0,037 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat pengetahuan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi. Saran bagi lansia penderita hipertensi yaitu lebih aktif mengikuti kegiatan edukasi kesehatan agar memperoleh informasi yang benar mengenai pencegahan komplikasi dan penanganan hipertensi.
Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Tingkat Pengetahuan, Edukasi
References
[1] D. Lukitaningtyas and E. A. Cahyono, “Hipertensi,” Pengemb. Ilmu Dan Prakt. Kesehat., vol. 2, no. 2, pp. 100–117, 2023.
[2] A. Siswoaribowo, F. Hayati, and A. Nurhanisa, “Efektivitas Hypertension Self-Management Education (Hesme) Dengan Booklet Terhadap Perawatan Mandiri Keluarga Pasien Hipertensi,” J. Kesehat. Kusuma Husada, pp. 34–38, 2023.
[3] H. Mubarakah and Y. Panma, “Penerapan Teknik Relaksasi Otot Progresif pada Asuhan Keperawatan Pasien dengan Hipertensi,” Bull. Kesehat., vol. 7, no. 1, 2023.
[4] R. I. Kemenkes, “Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018,” Jakarta Badan Penelit. dan Pengemb. Kesehat. Kemeterian Kesehat. RI, 2013.
[5] A. Darmawati, S. Prasetyo, and M. Najah, “Stroke pada Lansia di Indonesia: Gambaran Faktor Risiko Berdasarkan Gender (SKI 2023),” J. Biostat. Kependudukan, dan Inform. Kesehat., vol. 5, no. 1, p. 4, 2024.
[6] M. F. Astutik and M. Mariyam, “Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Menggunakan Terapi Rendam Kaki Dengan Air Hangat,” Ners Muda, vol. 2, no. 1, p. 54, 2021.
[7] M. S. Hutagalung, Pengetahuan, sikap dan tindakan stroke dan tentang hipertensi sebagai faktor risiko stroke: Panduan lengkap stroke. Nusamedia, 2021.
[8] W. K. Wulandari, D. A. Sary, S. Pobas, and F. D. Hapsari, “PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIPERTENSI MELALUI EDUKASI DI MASYARAKAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN,” BESIRU J. Pengabdi. Masy., vol. 2, no. 2, pp. 301–305, 2025.
[9] M. A. Diontama, T. A. Larasati, and A. N. Jausal, “Article Review: Peran Hipertensi terhadap Patomekanisme Stroke Iskemik dan Hemoragik,” Termom. J. Ilm. Ilmu Kesehat. dan Kedokt., vol. 3, no. 1, pp. 183–191, 2025.
[10] Z. Lating and R. Tunny, “Edukasi Kesahatan Upaya Pencegahan Hipertensi Pada Usia Lanjut Di Wilayah Kerja Puskesmas Lateri,” J. Pengabdi. Kpd. Masy. Nusant., vol. 6, no. 2, pp. 3184–3187, 2025.
[11] I. Wulaningsih, Teknik Relaksasi Otot Progresif Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi. Deepublish, 2025.
[12] B. d Hamzah et al., Teori Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini, 2021.
[13] W. I. Ischak, S. Mobiliu, I. Domili, and H. Luawo, “Edukasi kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit hipertensi,” JMM (Jurnal Masy. Mandiri), vol. 6, no. 5, 2022.
[14] A. Ayaturahmi, R. Mahmudah, and R. Tasalim, “Hubungan Dukungan Keluarga dan Peran Perawat Terhadap Motivasi Pengendalian Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi,” Sehat Rakyat J. Kesehat. Masy., vol. 1, no. 4, pp. 284–294, 2022.
[15] E. Oktaviana and B. H. Rispawati, “Peningkatan Pengetahuan Pada Pasien Hipertensi Melalui Edukasi,” ADMA J. Pengabdi. Dan Pemberdaya. Masy., vol. 4, no. 1, pp. 195–202, 2023.
[16] U. R. Keswara, R. P. Rahmawati, and A. A. Febrian, “Penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh,” J. Public Heal. Concerns, vol. 2, no. 2, pp. 54–58, 2022.
[17] D. A. Ayukhaliza, “Faktor Risiko Hipertensi di Wilayah Pesisir (Studi Pada Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Tiram).” Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2020.
[18] R. Darmareja, G. T. Utami, D. T. Anggraeni, N. T. Zahra, and F. Mawaddah, “Penguatan Pengetahuan Dan Sikap Masyarakat Melalui Deteksi Dini Dan Penyuluhan Kesehatan Mengenai Hipertensi Emergensi Sebagai Upaya Pencegahan Kondisi Kegawatdaruratan,” J. Kreat. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 7, no. 2, pp. 823–836, 2024.
[19] A. C. Puriastuti et al., BUKU AJAR SEKSUALITAS & KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN (ANAK, REMAJA, WANITA USIA SUBUR DAN LANSIA). Penerbit: Kramantara JS, 2024.
[20] W. E. Bancin, O. V. Boangmanalu, S. M. G. Manik, D. Berutu, L. W. Solin, and D. Naibaho, “Analisis Perkembangan Fisik, Psikologi, dan Sosial Pada Fase Balita Hingga Lansia,” JIMU J. Ilm. Multidisipliner, vol. 2, no. 01, pp. 63–76, 2024.
[21] N. E. Purwanti, D. T. Yudhono, and M. Ulfah, “Gambaran Tekanan Darah pada Lanjut Usia (Lansia) di Rojinhome Shuri Center Okinawa Jepang,” in Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2021, pp. 126–132.
[22] H. Sholihah and A. Zaenurrosyid, “Pendidikan Karakter Anak Pasca Pandemi (Peningkatan Kualitas Edukasi Anak-Anak dalam Lingkungan Keluarga di Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Jawa Tengah),” in Prosiding Seminar Nasional Unimus, 2022.
[23] R. A. Setiawan, “Pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video Bahasa Jawa terhadap tingkat Pengetahuan diet hipertensi di Puskesmas Kaliangkrik,” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Magelang, 2024.
[24] S. M. Pratama, A. U. Siregar, and I. Hatchi, “Antropologi, Sosial Budaya, Dan Biokimia Kesehatan: Pendekatan Komprehensif Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat,” Book-Professorline, pp. 1–97, 2025.
[25] N. Agustina, A. Y. Nursasi, and H. Permatasari, “Edukasi Kesehatan dalam Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat pada Lansia Hipertensi,” J. Keperawatan Silampari, vol. 6, no. 2, pp. 2049–2059, 2023.
[26] J. T. Atmojo, A. Widiyanto, I. Nurhayati, and T. Yuniarti, Promosi kesehatan dalam keperawatan. Jakarta: Penerbit Tahta Media, 2024.
[27] J. Widodo, “Pemahaman Konsep Dasar Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, dan Filsafat: Perspektif Filsafat Hidup, Negara, dan Kependidikan,” Risalah, J. Pendidik. dan Stud. Islam, vol. 11, no. 1, pp. 77–88, 2025.
[28] F. N. Kusnadi, “Hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada remaja putri,” J. Med. Hutama, vol. 3, no. 01 Oktober, pp. 1293–1298, 2021.
[29] E. Asadina, N. M. Yasin, and S. A. Kristina, “Pengaruh medication therapy management (MTM) terhadap pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Kota Yogyakarta,” J. Farm. Dan Ilmu Kefarmasian Indones., vol. 8, no. 1, p. 46, 2021, doi: 10.20473/jfiki.v8i12021.46-57.
[30] Y. Oktavia, L. Ludiana, and J. Purwono, “Penerapan terapi rendam kaki dengan air hangat pada lansia dengan hipertensi terhadap penurunan tekanan darah di Wilayah Puskesma Yosomulyo,” J. Cendikia Muda, vol. 1, no. 3, pp. 328–333, 2021.
[31] R. A. Rachman, E. Noviati, and R. Kurniawan, “Efektifitas edukasi health belief models dalam perubahan perilaku pasien hipertensi: literatur review,” Healthc. Nurs. J., vol. 3, no. 1, pp. 71–80, 2021.
[32] S. Handayani, I. Untari, and W. R. Susilowati, “Pengaruh pendidikan kesehatan tentang hipertensi dengan media audiovisual terhadap pengetahuan penderita hipertensi,” J. Cahaya Mandalika, vol. 5, no. 2, pp. 746–755, 2024.
[33] N. E. Fitria et al., “Pendekatan terapi komplementer untuk penatalaksanaan hipertensi,” J. Abdi Mercusuar, vol. 3, no. 1, pp. 60–68, 2023.
[34] Kunaryanti, S. Suyadi, and T. B. Sholikah, “Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan tentang hipertensi pada lansia di Dukuh Cepoko Kecamatan Ngrambe,” J. Keperawatan CARE, vol. 12, no. 1, 2022.
[35] E. R. Astuti, H. S. Porouw, and R. S. Arbie, Pengelolaan hipertensi dengan langkah CERDAS. Jakarta: Penerbit NEM, 2024.
[36] Rejo and I. Nurhayati, “Hubungan tingkat pengetahuan keluarga tentang hipertensi dengan klasifikasi hipertensi,” Profesi (Profesional Islam. Media Publ. Penelit., vol. 18, no. 2, pp. 72–80, 2021.
[37] M. Suhardi, Buku ajar manajemen pendidikan dan pelatihan. Palembang: Penerbit P4I, 2023.
[38] S. Hidayati, “Pengaruh konsumsi buah pisang ambon terhadap tekanan darah pada lansia penderita Hipertensi.” ITSKes Insan Cendekia Medika Jombang, 2025.
[39] M. S. Ayu, “Analisis klasifikasi hipertensi dan gangguan fungsi kognitif pada lanjut usia,” JUMANTIK (Jurnal Ilm. Penelit. Kesehatan), vol. 6, no. 2, p. 131, 2021, doi: 10.30829/jumantik.v6i2.8246.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Beti Andini, Th Tatik Pujiastuti, Fransisca Anjar Rina Setyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













