PENGARUH LATIHAN KESEIMBANGAN TERHADAP RISIKO JATUH PADA LANSIA
DOI:
https://doi.org/10.55606/jufdikes.v8i2.2200Keywords:
Keseimbangan Postural, Lansia, Latihan Keseimbangan, Mobilitas Fungsional, Resiko JatuhAbstract
Latar belakang: Proses penuaan menyebabkan perubahan fisiologis progresif pada sistem muskuloskeletal, neuromuskular, dan sensorik yang berperan penting dalam pengendalian keseimbangan tubuh. Penurunan massa dan kekuatan otot, perlambatan respons neuromotor, serta berkurangnya fungsi visual, vestibular, dan proprioseptif mengakibatkan menurunnya stabilitas postural lansia. Kondisi tersebut meningkatkan risiko jatuh yang dapat menimbulkan cedera fisik, disabilitas, ketergantungan fungsional, gangguan psikologis, hingga penurunan kualitas hidup lansia. Mengingat keseimbangan merupakan faktor risiko jatuh yang dapat dimodifikasi, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang efektif, aman, dan mudah diterapkan, salah satunya melalui latihan keseimbangan terstruktur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan keseimbangan terhadap penurunan risiko jatuh pada lansia. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest terhadap 25 lansia yang dipilih secara purposive sampling dari populasi 40 lansia di Sekolah Lansia Tangguh Bondowoso berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Risiko jatuh diukur menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT) sebelum dan sesudah intervensi. Program latihan keseimbangan diberikan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu dan durasi ±30 menit setiap sesi. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor risiko jatuh yang bermakna secara statistik setelah pemberian latihan keseimbangan (p < 0,05), yang mengindikasikan peningkatan kemampuan keseimbangan dan mobilitas fungsional lansia. Kesimpulan: Latihan keseimbangan terbukti efektif dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi promotif dan preventif yang berbasis bukti dalam program kesehatan lansia berbasis komunitas guna mendukung kemandirian dan peningkatan kualitas hidup lansia.
References
1. Raudhoh S, Pramudiani D. Lansia asik, lansia aktif, lansia poduktif. Medical Dedication (Medic): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FKIK UNJA. 2021;4(1):126-30.
2. Auparai NS, Bilondatu MI, Grace G, Karina SDM, Susanti F, Andraini R, Ernita L. Aging and disease. CV Eureka Media Aksara; 2025.
3. Kustiono W. Upaya mewujudkan lansia tangguh melalui kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) Kecamatan Rowosari [Internet]. Golantang BKKBN; 2024 [cited 2026 Jan 21]. Available from: https://golantang.bkkbn.go.id/upaya-mewujudkan-lansia-tangguh-melalui-kegiatan-bina-keluarga-lansia-bkl
4. Maghfuroh L, Yelni A, Rosmayanti LM. Asuhan lansia: makna, identitas, transisi, dan manajemen kesehatan. Kaizen Media Publishing; 2023.
5. Papegaaij S, Taube W, Baudry S, Otten E, Hortobágyi T. Aging causes a reorganization of cortical and spinal control of posture. Front Aging Neurosci. 2016;8:1-13.
6. Ambrose AF, Paul G, Hausdorff JM. Risk factors for falls among older adults: a review of the literature. Maturitas. 2015;75(1):51-61.
7. Howcroft J, Lemaire ED, Kofman J. Wearable-sensor-based classification models of faller status in older adults. PLoS One. 2017;12(4):e0175940.
8. World Health Organization. Ageing and health. Geneva: World Health Organization; 2022.
9. Cuevas-Trisan R. Balance problems and fall risks in the elderly. Clin Geriatr Med. 2019;35(2):173-83.
10. Stubbs B, Binnekade T, Soundy A, Schofield P, Huijnen IPJ, Eggermont L. The relationship between pain and physical activity in older adults. Pain Med. 2017;18(2):295-304.
11. World Health Organization. Global report on falls prevention in older age. Geneva: World Health Organization; 2023.
12. Lesinski M, Hortobágyi T, Muehlbauer T, Gollhofer A, Granacher U. Effects of balance training on balance performance in healthy older adults: a systematic review and meta-analysis. Sports Med. 2015;45(12):1721-38.
13. Sherrington C, Fairhall NJ, Wallbank GK, et al. Exercise for preventing falls in older people living in the community. Br J Sports Med. 2019;53(14):905-11.
14. Mardiansyah M, Hardianto Y, Nur’Amalia R. Hubungan antara kemampuan aktivitas fungsional dan risiko jatuh pada lansia di Yayasan Batara Hati Mulia Kabupaten Gowa. J Fisioter Rehabil. 2022;6(1):24-30.
15. Alpin H. Hubungan fungsi gerak sendi dengan tingkat kemandirian lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. JKSHSK. 2016;1(1):897-903.
16. Ivanenko Y, Gurfinkel VS. Human postural control. Frontiers in neuroscience. 2018 Mar 20;12:171.
17. Nindawi N, Endang FS, Iszakiyah N. PENGARUH BALANCE EXERCISE TERHADAP KESEIMBANGAN POSTURAL LANSIA DI DESA LEMPER PAMEKASAN. Journal of Innovation Research and Knowledge. 2024 Jul 6;4(2):753-74.
18. Peterka RJ. Sensory integration for human balance control. Handbook of clinical neurology. 2018 Jan 1;159:27-42.
19. Zemková E, Zapletalová L. The role of neuromuscular control of postural and core stability in functional movement and athlete performance. Frontiers in physiology. 2022 Feb 24;13:796097.
20. Pramadita AP, Wati AP, Muhartomo H. Hubungan fungsi kognitif dengan gangguan keseimbangan postural pada lansia. Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal). 2019;8(2):626-41.
21. Murtiyani N, Suidah H. Pengaruh Pemberian intervensi 12 Balance Exercise terhadap keseimbangan postural pada Lansia. Jurnal Keperawatan. 2019 Jan 28;12(1):11-.
22. Vega JA, Cobo J. Structural and biological basis for proprioception. InProprioception 2021 Mar 17. IntechOpen.
23. Candraningtyas PN, Muntanawasitoh AR, Mirawati D, Romadhoni DL. PENGARUH PEMBERIAN DUAL TASK TRAINING TERHADAP PENURUAN RISIKO JATUH PADA LANSIA. Indonesian Journal of Physiotherapy. 2024 Nov 20;4(2):77-83.
24. Nascimento MD. Fall in older adults: considerations on balance regulation, postural strategies, and physical exercise. Geriatrics, Gerontology and Aging. 2019;13(2):103-10.
25. Djoar RK, Anggarani AP. Geriatri 2. Syiah Kuala University Press; 2022 Feb 17.
26. Vitaliati T, Judijanto L, Ulfah M. Asuhan Keperawatan Gerontik. PT. Sonpedia Publishing Indonesia; 2026 Jan 23.
27. Rudi A, Setyanto RB. Analisis faktor yang mempengaruhi risiko jatuh pada lansia. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan. 2019 Feb 3;5(2):162-6.
28. Ekasari MF, Riasmini NM, Hartini T. Meningkatkan kualitas hidup lansia konsep dan berbagai intervensi. Wineka Media; 2019 Feb 18.
29. Winter L, Huang Q, Sertic JV, Konczak J. The effectiveness of proprioceptive training for improving motor performance and motor dysfunction: a systematic review. Frontiers in rehabilitation sciences. 2022 Apr 8;3:830166.
30. Cech DJ, Martin ST, editors. Functional Movement Development Across the Life Span-E-Book: Functional Movement Development Across the Life Span-E-Book. Elsevier Health Sciences; 2023 Nov 20.
31. Wardhani RR, Nisa SK. Pengaruh Pemberian Dynamic Neuromuscular Stabilization untuk Meningkatkan Keseimbangan pada Lansia; Narrative Review. FISIO MU: Physiotherapy Evidences. 2023:41-50.
32. Syapitri H. Pengaruh latihan swiss ball terhadap keseimbangan untuk mengurangi risiko jatuh pada lansia di UPT Pelayanan Sosial. jurnal INJEC. 2016 Dec;1(2):165-72.
33. Lopes PB, Pereira G, Lodovico A, Bento PC, Rodacki AL. Strength and power training effects on lower limb force, functional capacity, and static and dynamic balance in older female adults. Rejuvenation research. 2016 Oct 1;19(5):385-93.
34. Ejaz F, Babur MN. Healthcare and Management Strategies to Improve Balance and Proprioception of Motor Control in Neuro Patients: A Narrative Review. Journal of Computing & Biomedical Informatics. 2025 Jun 1;9(01).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bintang Arsy Wahyu Prananto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













