DESKRIPSI KUALITAS HIDUP ORANG TUA DENGAN ANAK SINDROM DOWN DI SLB KUNCUP MAS BANYUMAS
DOI:
https://doi.org/10.55606/jufdikes.v8i2.2157Keywords:
kualitas hidup, orang tua, down sindromAbstract
Orang tua dengan anak sindrom Down mungkin mengalami tantangan sosial, emosional, fisik, dan ekonomi. Penyakit ini dapat berdampak pada kualitas hidup dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Mereka harus menghadapi stigma sosial, kekurangan sumber daya, dan kendala keuangan sambil memberikan perawatan yang konsisten dan intensif. Kesejahteraan dan kualitas hidup mereka mungkin menurun karena tekanan psikologis, stres, atau bahkan kelelahan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kualitas hidup yang dialami oleh orang tua anak-anak dengan sindrom Down di Sekolah Khusus Kuncup Mas di Banyumas. Metodologi penelitian yang digunakan adalah strategi kualitatif dengan desain fenomenologis. Sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sebanyak lima orang tua dari anak-anak dengan sindrom Down berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Data dikumpulkan dengan menggunkan instrumen Family Quality of Life (FQOL). Data di analisa dengan menggunakan metode Colaizzi. Kualitas hidup orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus adalah elemen penting yang perlu dipertimbangkan karena mempengaruhi teknik pengasuhan, kesehatan mental, dan dukungan yang diberikan kepada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua orang tua pada awalnya mengalami stres akibat masalah yang dihadapi anak-anak mereka. Kondisi ini mengubah kehidupan para informan dalam berbagai cara, mempengaruhi kesejahteraan mental dan fisik mereka, penentuan nasib sendiri, pertumbuhan pribadi, dan interaksi sosial. Elemen-elemen ini mempengaruhi dan membentuk para informan menjadi individu yang kompeten. Definisi kualitas hidup dinyatakan sebagai rasa penyerahan total, rasa syukur, dan ringan dalam menghadapi fakta-fakta kehidupan, yang semuanya tidak terpisahkan dari kesadaran diri informan akan kekuasaan Allah SWT sebagai penentu keberadaan hamba-hamba-Nya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas hidup orang tua dengan anak Down Syndrome dipengaruhi oleh hubungan keluarga, dukungan sosial, spiritualitas, kondisi ekonomi dan pandangan positif terhadap kehidupan.
References
[1] J. P. Komunikasi, “RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi, Vol. 05 No. 01 (2025),” vol. 05, no. 01, pp. 26-34, 2025.
[2] H. Aulia, D. Diana, and J. Suryaningsih, “Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak,” J. Pengabdi. Masy. Bangsa, vol. 2, no. 6, pp. 1906–1911, 2024, doi: 10.59837/jpmba.v2i6.1141.
[3] N. Hikmah, Maturidi, and D. ’Ulya, “the Dynamics of Social Interaction Between Regular Students and Children With Special Needs in Inclusive Primary Schools,” Al-Isyraq J. Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam, vol. 8, no. 2, pp. 669-680, 2025.
[4] C. W. Syauqi and R. N. Khoirunnisa, Gambaran Psychol Well Being Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus, vol. 10, no. 1, pp. 347 - 363, 2023.
Nasywa Achmad, Putri Damayanti Sulistyo, Ranita Arindra Rosanti, and Iqlima Pratiwi, “Kelainan Down Syndrome Ditinjau dari Aspek Neurobiological dan Intelligence,” Flourishing J., vol. 3, no. 4, pp. 145–151, 2023, doi: 10.17977/um070v3i42023p145-151.
[6] N. T. Fatinah and Y. Fi. Nadhira, “Anak berkebutuhan khusus di SKH Madinah Serang Banten (Down syndrome: tunagrahita ringan),” Didaktik, vol. 10, no. 04, pp. 358–366, 2024.
[7] N. Sari and N. Susilawati, “Stres Pengasuhan Orang Tua Pada Anak Berkebutuhan Khusus didalam Pendidikan Inklusi,” J. Perspekt., vol. 7, no. 1, pp. 199–207, 2024, doi: 10.24036/perspektif.v7i1.937.
[8] I. M. Destriande, I. Faridah, K. Oktania, S. Rahman, P. S. Psikologi, and U. P. Indonesia, “Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pada Lansia Indah,” J. Psikol. Wijaya Putra Vo2. No.1 Juli 2021, no. 1, pp. 1–9, 2021.
[9] I. V. No, L. Keuangan, P. Rsud, K. Sukabumi, T. Informasi, and S. Variabel, “3) 1)2)3),” vol. 9, no. 1, 2020.
[10] T. ChaLiterature Reviewndra, Gusti Ayu Agung Sri Laksmi Astiti, I Debora Valentina, “Kesejahteraan Psikologis Orang Tua Dengan Anak Berkebutuhan Khusus,” Innov. J. Soc. Sci. Res., vol. 4, pp. 8214-8228, 2024.
[11] V. N. Hal, S. Sidabutar, M. W. S. Sitorus, N. B. Barus, P. Tamba, and I. Fajar, “Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Status Kesehatan Anak Dengan Down Syndrome Dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat Di Yayasan Rumah Ramah Anak Berkebutuhan Khusus. vol. 8, no. 2, pp. 975-981, 2025.
[12] D. C. C. Ratag, “Penerimaan Diri Orangtua dan Keberfungsian Keluarga yang Memiliki Anak Down Syndrome,” Psikoborneo J. Ilm. Psikol., vol. 7, no. 4, pp. 557–565, 2019, doi: 10.30872/psikoborneo.v7i4.4833.
[13] B. M. K. Virgiana, N. I. Azizah, T. S. Aula, I. Masfia, and Z. Fahmy, “Dukungan Keluarga Sebagai Faktor Penentu Prestasi Akademik Anak Disabilitas Netra,” Obs. J. Publ. Ilmu Psikol., vol. 2, no. 3, pp. 112–138, 2024, [Online]. Available: https://journal.arikesi.or.id/index.php/Obsesrvasi/article/view/415
[14] E. D. Mutiara, P. Guru, S. Dasar, and U. S. Dharma, “Interaksi Sosial Anak Down Syndrom di Lingkungan Sekolah,” vol. 3, pp. 149–159, 2025.
[15] Suharta, Faktor yang Berpengaruh pada Kualitas Hidup, Med. J. Al Qodiri, vol. 5, no. 2, pp. 1–17, 2020, doi: 10.52264/jurnal_stikesalqodiri.v5i2.44.
[16] R. Rusdiana, “Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Penerimaan Diri Pada Orangtua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK),” Psikoborneo J. Ilm. Psikol., vol. 6, no. 2, pp. 242–248, 2018, doi: 10.30872/psikoborneo.v6i2.4564.
[17] D. Andriani, D. B. Maritasari, I. Laela, and S. Husnadia, Pemilihan Teknik Samplin gyang Tepat. vol. 6, no. 4, pp. 6238–6247, 2025.
[18] B. S. Palupi, M. Rianita, E. Sinaga, S. Tinggi, I. Kesehatan, and B. Yakkum, “Hubungan Status Kesehatan Fisik Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Kabupaten GunungKidul Yogyakarta,” vol. 000, pp. 71–85.
[19] I. Nurasa and S. Mareti, “Kualitas Hidup Orang Tua dengan Anak Disabilitas,” Ji, vol. 5, no. 2, pp. 100–104, 2022, [Online]. Available: http://jurnalilmiah.stikescitradelima.ac.id/index.php/
[20] M. Charitas, “Efektifitas Yoga Pranayama Dan Aromaterapi Terhadap Peningkatan Kualtas Tidur Dan Kualitas Hidup Pasien Kanker,” no. 204, 2020.
[21] Tria Fita Mei Linda, Mimbar Oktaviana, and Satiningsih, “The Dynamics of Caregiver Burden in Fathers Caring for Children with Autism Spectrum Disorder,” Edu Cons. J. Bimbing. dan Konseling Pendidik. Islam, vol. 6, no. 2, pp. 77–91, 2025, doi: 10.19105/ec.v6i2.21421.
[22] Pratiwi Jessy Saputri and Zirmansyah Zirmansyah, “Pengaruh Self-Acceptance Terhadap Coping Strategy Orang Tua Dengan Anak Down Syndrome Di Yayasan Persatuan Orang Tua Down Syndrome (POTADS),” Obs. J. Publ. Ilmu Psikol., vol. 2, no. 1, pp. 192–204, 2024, doi: 10.61132/observasi.v2i1.214.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wahyudi, Ani Kuswati, Widjijati, Taat Sumedi, Ruti Wiyati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













